Rabu, 22 Juni 2016

Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Makin Susah Mendapat Pekerjaan?

SURABAYA, KOMPAS.com –  Lulusan perguruan tinggi Indonesia sedang mengalami dilema, sebab gelar ijazah pendidikan tinggi yang mereka raih tak lagi jadi jaminan mudah untuk mendapat pekerjaan. Kesulitan mereka terserap dunia kerja semakin bertambah berat, karena mulai 1 Januari tahun ini mereka juga bersaing dengan tenaga kerja asing dari negara-negara ASEAN sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sulitnya lulusan universitas lokal memperoleh pekerjaan sudah terlihat dari angka pengangguran terdidik Indonesia yang meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2014, di Indonesia ada 9,5 persen (688.660 orang) dari total penganggur yang merupakan alumni perguruan tinggi.
Mereka memiliki ijazah diploma tiga atau ijazah strata satu (S-1) . Dari jumlah itu, penganggur paling tinggi merupakan lulusan universitas bergelar S-1 sebanyak 495.143 orang.
Angka pengangguran terdidik pada 2014 itu meningkat dibandingkan penganggur lulusan perguruan tinggi pada 2013 yang hanya 8,36 persen (619.288 orang) dan pada 2012 sebesar 8,79 persen (645.866 orang).
"Tingkat pengangguran terbuka Indonesia berdasarkan pendidikan yang ditamatkan cukup membahayakan," kata mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal, pada Kompas,(27/4/2015).
Menurut Fasli, Indonesia perlu mendesain ulang konsep pendidikan tinggi agar lulusannya mudah diserap industri.
"Apa masih perlu mendidik anak selama empat tahun di perguruan tinggi atau cukup memberikan pelatihan bersertifikat internasional enam bulan agar mereka bisa langsung bekerja di sejumlah negara," ujarnya.
Banyaknya lulusan perguruan tinggi menganggur karena adanya ketimpangan antara profil lulusan universitas dengan kualifikasi tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan perusahaan. Berdasarkan hasil studi Willis Towers Watson tentang Talent Management and Rewards sejak tahun 2014 mengungkap, delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai.
Masih menurut hasil studi itu, semestinya perusahaan tidak sulit mencari tenaga kerja, sebab angka pertumbuhan lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun selalu bertambah. Sementara itu, angka permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja selalu lebih rendah dari pada jumlah lulusannya.
"Setelah India dan Brasil, Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan lulusan universitas lebih dari 4 persen dan rata-rata surplus 1.5 persen per tahun. Tapi, perusahaan tetap kesulitan mendapatkan karyawan yang berpotensi tinggi," ujar Consultant Director, Willis Tower Watson Indonesia, Lilis Halim pada diskusi A Taste Of L’oreal, Rabu (20/4/2016).
Susah terserapnya lulusan perguruan tinggi Indonesia karena tidak memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan dan tidak punya critical skill.
"Skill adalah langkah utama memasuki dunia kerja, setelah itu harus punya critical skill jika ingin berkembang dan masuk jajaran manajemen perusahaan," kata Lilis.
Berdasarkan studi itu, Lilis mengatakan bahwa di era digital saat ini lulusan perguruan tinggi harus punya digital skills, yaitu tahu dan menguasai dunia digital. Agile thinking ability - mampu berpikir banyak skenario- serta interpersonal and communication skills - keahlian berkomunikasi sehingga berani adu pendapat.
Terakhir, menurut dia, para lulusan juga harus punya global skills.Skil tersebut meliputi kemampuan bahasa asing, bisa padu dan menyatu dengan orang asing yang berbeda budaya, dan punya sensitivitas terhadap nilai budaya.
Harus bersinergi
Pakar pendidikan Indonesia, Arief Rachman, yang juga jadi panelis dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa kualitas lulusan perguruan tinggi yang tak sesuai kebutuhan dunia industri adalah akibat kesalahan sistem pendidikan Indonesia selama 20 tahun lalu.
"Selama ini mahasiswa hanya disuruh belajar untuk lulus jadi sarjana. Mereka hanya mengejar status bukan proses untuk menjadi sarjana. Akhirnya mereka jadi tak punya pemahaman apa-apa terhadap proses pendidikan yang sudah dilalui," ujarnya.
Arief juga mengajak orang tua, guru dan dosen untuk  mengajarkan kepada generasi muda agar tidak takut terhadap perubahan. Ia juga mengkiritik terhadap orang yang kontra dengan perubahan kurikulum pendidikan.
"Jangan takut kurikulum pendidikan berubah, sebab perubahan itu juga untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia yang dinamis," kata Arief.
Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga berharap agar pemerintah dan perguruan tinggi bisa mengajak pihak swasta untuk menyusun kurikulum yang tepat bagi perguruan tinggi.
"Kurikulum harus dibentuk juga oleh teman-teman dari swasta, sebab dari swasta kita jadi tahu pengalaman di lapangan dan itu merupakan guru paling hebat bagi mahasiswa," ujarnya.

Solusi dari semua permasalahan ini adalah Skill & kompetensi yang cukup sesuai dengan bidang. Dalam arti skill & kompetensinya sudah diterapkan di lapangan. Politeknik Indonesia salah satu lembaga profesional yang menerapkan hal tersebut. Dengan fasilitas dan jaminan kerja untuk semua peserta programnya, sehingga tersalurkan semua ke perusahaan tanpa menunggu mereka wisuda. info lebih lanjut klik disini

Testimoni Peserta Didik

Ananda Fadiah Khairina
"saya mendapatlkan materi yang tidak pernah saya dapatkan selama ini, materinya sangat bermanfaat di tempat kerja, saya merasa nyaman dan puas, Terimakasih POLINDO"
(D3 Bahasa Iggris Universitas Airlangga)

Almira Nanda Rizky Yani
"saya sangat puas belajar d POLINDO karena instrukturya sangat kompeten, pelayanan ramah, dan sarananya sangat menunjang, terimakasih POLINDO"
(S1 Administrasi Bisnis, Universitas Brawijaya)

Eka Oktaviana R
"di POLINDO kita banyak mendapatkan materi keahlian dan tips-tips memasuki dunia kerja, hal ini sangat membantu saya dalam meraih cita2 yang saya impikan, Terimakasih POLINDO"
(S1 Sains ITS)


Laila Novieka
"Terimakasih kpd pengajar karena ilmu yg diberikan sangat bermanfaat di dunia kerja, dan trimaksih kepada staff Polindo serta fasilitas yg diberikan sangat nyaman"
(S1 Pendidikan kimia Universitas Negeri Surabaya)


Mirza Devara
"Pembelajarannya di luar ekspektasi saya, materi yg diberikan bagus dan membuat saya jadi lebih percaya diri dalam mencari kerja"
(S1 Sains, Universitas Jember)


Ani Suryanti
"saya merasa mendapatkan keluarga baru, instrukturnya sangat berkompeten dan berkomitmen , Semoga POLINDO semakin sukses"
(S1 Hukum Universitas Wijaya Kusuma)


Dimas Widjonarko
"Ilmunya sangat bermanfaat, dosennya juga berkompeten, berkomitmen, dapat dijadikan tempat bagi yang ingin sukses, sukses untuk POLINDO"
(S1 Administrasi Rumah sakit STIKES Dr Soetomo)


Dwiki Yuniarti
"Saya mendapat ilmu Adminitrasi perkantoran yg bisa menunjang saya untuk bekerja, Terimakasih POLINDO"
(S1 Ilmu Sosial UPN)


Endang Kusumawati
"menyediakan fasilitas yg baik, prasarana yg mendukung setiap kegiatan, cepat tanggap dalam setiap masalah atau kendala selama pelatihan berlangsung"
(S1 Teknik Industri ITATS)


Ibnu Stiki Prasetya
"mendapatkan ilmu baru yg sangat bermanfaat dalam menghadapi dunia kerjayg semakin kompetitif, dan alhamdulillah kita sekelas lancar menegrjakan uji kom dan kita semua dinyatakan kompeten, terimakasih POLINDO"
( S1 Manajemen STIESIA)


Ike Yasnaullina Mustofifa
"Banyak ilmu baru yg saya dapatkan dan sangat berguna untuk menambah skill saya, dengan fasilitas yg sangat memadai dan pengajar yg sangat berkompeten, jaya POLINDO"
(S1 Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)


Ananda Fadiah Khairina
"Saya mendapatkan pengetahuan dan informasi baru tentang dunia administrasi perkantoran yg sangat bermanfaat bagi saya, pelayanan yg diberikan oleh staff Polindo dan para pengajar juga sangat memuaskan, SUKSES UNTUK POLINDO"
(D3 Bahasa Iggris Universitas Airlangga)



Personal Development

Profile POLINDO

TESTIMONI

UJIKOM

UJIKOM

Bursa Kerja

Google Map POLINDO

You Must Know

16 Alasan Mengapa Memilih POLINDO Internasional

Didukung oleh mitra bisnis POLINDO Internasional dari dunia Industri & usaha, lebih dari 10.000  perusahaan Nasional, Multinasional ...

Popular Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Total Pageviews

Copyright © POLINDO INTERNASIONAL | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | by NewBloggerThemes.com